DAFTTAR ISI
| I | Pendahuluan ............................................................................................................. | 2 |
| | a. Latar Belakang ............................................................................................. | 2 |
| | b. Budaya Jakarta ............................................................................................. | 2 |
| II | Makanan Khas Jakarta .............................................................................................. | 3 |
| | a. Sayur Gabus (pucung Gabus) ....................................................................... | 3 |
| | b. Resep Sayur Pucung Gabus .......................................................................... | 4 |
| III | Dokumentasi ............................................................................................................. | 5 |
| IV | Saran dan Rekomendasi ........................................................................................... | 6 |
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Jakarta adalah ibu kota indonesia kota yang sangat padat dan menjadi pusat pemerintahan negara kita Jakarta juga manjadi pusat pengendalian perusahaan swasta yang tersebar di negara kita hal ini yang menjadikan bahwa jakarta manjadi daya tarik bagi masyarakat yang ada di desa yang menginginkan perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Disamping megah dan sibuknya kota jakarta juga menyimpan banyak kekayaan budaya yang khas diantaranya Ondel-ondel,lenong, dll. Bukan karna itu jakarta juga mempunyai makanan yang khas yaitu sayur pucung gabus,sayur asem,dll
Makanan khas adalah makanan yang berasal dari daerah tetentu makannan tersubut di bilang khas dikarenakan adanya resep-resep atau ciri khas tertentu yanga menandakan atau menggambarkan daerah tersebut.
B. Budaya Jakarta
Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan berbagai suku bangsa di Indonesia, untuk itu diperlukan bahasa komunikasi yang biasa digunakan dalam perdagangan yaitu Bahasa Melayu. Penduduk asli yang berbahasa Sunda pun akhirnya menggunakan bahasa Melayu tersebut.
Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng, dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[20] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Melayu dialek Betawi. Untuk penduduk asli di Kampung Jatinegara Kaum, mereka masih kukuh menggunakan bahasa leluhur mereka yaitu bahasa Sunda.
Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, Madura, Bugis, dan juga Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Jakarta adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia.
Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang kadang-kadang dicampur dengan bahasa asing. Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis. Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa asing yang banyak digunakan, terutama di kalangan pebisnis Tionghoa.
II. Masakan Khas Jakarta (Betawi)
A. Pucung Gabus (Sayur Gabus)
Sayur Gabus Pucung adalah sayur ikan gabus yang berwarna hitam pekat dari pucung (kluwak). Pucung atau kluwak biasa dikenal sebagai bumbu rawon. Jika rawon menggunakan daging, sayur gabus pucung menggunakan ikan gabus.
Bahan utama pucung gabus adalah ikan gabus. Ikan gabus disajikan dalam potongan-potongan ikan pada umumnya, seperti kepala, badan, atau ekor. Ikan gabus yang sudah digoreng, lalu dicemplungkan ke dalam kuah hitam akibat dari pucung (Pangium edule reinw) ibu-ibu ahli dapur mengenal bumbu tersebut dengan nama kluwek.
Sebagai tambahan, bumbu dalam kuah tersebut adalah kemiri, bawang merah, bawang putih, cabe merah, jahe, kunyit dan daun salam. Semua bumbu diulek lalu ditumis kemudian dimasukan ke dalam air. Ikan dimasak hingga lunak. Sekilas tampilan kuahnya mirip dengan rawon. (Sumber : Bekasi Heritage)
Sayur ikan gabus pucung sebagai masakan khas Betawi relatif sulit ditemukan. Sebagian wilayah Bekasi yang banyak mendapat pengaruh dari masyarakat Betawi (misalnya sebagian Kota Bekasi hingga Tambun dan Cibitung) mengenal masakan ini sebagai masakan untuk para boss. Selain karena rumah makan yang menyediakannya jarang, ikan gabus juga sulit diternak. Sebagian besar ikan gabus yang didapat merupakan tangkapan dari alam.
Yang lucu, ikan gabus ini memiliki beberapa nama sesuai dengan ukurannya. Ikan gabus yang masih kecil bernama Ciritan. Yang remaja dan sudah agak dewasa bernamaBoncelan. Yang besar dan sudah beranak pinak barulah diberi nama ikan Gabus. Ini mirip dengan penamaan buah nangka dimasyarakat Bekasi. Yang masih kecil diberi nama Gori. Yang agak besar diberi nama Cek-cek (atau cecek, bukan cicak lho…) dan yang besar baru diberi nama Nangka.
B. Resep Sayur Pucung Gabus (Sayur Gabus)
Bahan:
- 500 gr ikan gabus,
- 1 sdm air jeruk nipis
- ½ sdt garam
- 3 sdm minyak goreng
- 2 btg daun bawang, iris 1 cm
- 3 bh cabe rawit gombong, iris 1 cm
- 2 lbr daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 cm jahe, memarkan
- ½ sdt gula
- ¼ sdt penyedap
Bumbu yang dihaluskan:
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- ½ sdt lada
- 3 bh pucung/kluwek
Cara Membuat:
- Bersihkan perut ikan gabus, sisik kulit sampai bersih, lalu potong dua bagian di tengah-tengah badan ikan.
- Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis. Biarkan selama 15 menit, lalu cuci bersih.
- Tumis bumbu-bumbu yang telah dihaluskan, masukan daun salam, lengkuas, dan jahe.
- Masak hingga harum. Masukkan cabe rawit, aduk-aduk sebentar. Tambahkan air, masak hingga mendidih.
- Masukan ikan, masak hingga kuah agak mengental.
Sajikan Gabus Pucung dengan taburan irisan daun bawang.
IV. Kesimpulan dan Rekomendasi
A. Kesimpulan
Setelah kita meriset dan merasakan sayur pucungm gabus kami dapat menyimpulkan bahwa makanan tradisiaonal yang satu ini sangatlah cocok untuk lidah orang Indonesia yang berdasarkan bumbu khas indonesia (rempah-rempah) dan bercampur lembutnya daging ikan gabus membukan masakan ini menjadi idola dikalangan masyarakat Betawi dan sekitar nya “apakah anda tertarik untuk mencobanya?”
B. Rekomendasikan
Setelah kami meriset dn merasakan seluruh masakan dan suasananya kami dapat merekomendasikan.
Ø Masakan ini sangat khas dsn layak untuk dulindungi dan dilestarikan
Ø Masakan ini cocok untuk makan siang, dan kurang cocok untuk sarapan pagi
Ø Bagi anda yang belum mencoba kami sarankan untuk mencobanya.




