Jumat, 11 November 2011

tugas IBD 2 (sayur pucung gabus)


DAFTTAR  ISI

I
Pendahuluan .............................................................................................................
2

a.       Latar Belakang .............................................................................................
2

b.      Budaya Jakarta .............................................................................................
2
II
Makanan Khas Jakarta ..............................................................................................
3

a.       Sayur Gabus (pucung Gabus) .......................................................................
3

b.      Resep Sayur Pucung Gabus ..........................................................................
4
III
Dokumentasi .............................................................................................................
5
IV
Saran dan Rekomendasi ...........................................................................................
6

















I.                    Pendahuluan

A.      Latar Belakang
Jakarta adalah ibu kota indonesia kota yang sangat padat dan menjadi pusat pemerintahan negara kita Jakarta juga manjadi pusat pengendalian perusahaan swasta yang tersebar di negara kita hal ini yang menjadikan bahwa jakarta manjadi daya tarik bagi masyarakat yang ada di desa yang menginginkan perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Disamping megah dan sibuknya kota jakarta juga menyimpan banyak kekayaan budaya yang khas diantaranya Ondel-ondel,lenong, dll. Bukan karna itu jakarta juga mempunyai makanan yang khas yaitu sayur pucung gabus,sayur asem,dll
Makanan khas adalah makanan yang berasal dari daerah tetentu makannan tersubut di bilang khas dikarenakan adanya resep-resep atau ciri khas tertentu yanga menandakan atau menggambarkan daerah tersebut.
B.      Budaya Jakarta
Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan berbagai suku bangsa di Indonesia, untuk itu diperlukan bahasa komunikasi yang biasa digunakan dalam perdagangan yaitu Bahasa Melayu. Penduduk asli yang berbahasa Sunda pun akhirnya menggunakan bahasa Melayu tersebut.
Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng, dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[20] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Melayu dialek Betawi. Untuk penduduk asli di Kampung Jatinegara Kaum, mereka masih kukuh menggunakan bahasa leluhur mereka yaitu bahasa Sunda.
Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, Madura, Bugis, dan juga Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Jakarta adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia.


Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang kadang-kadang dicampur dengan bahasa asing. Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis. Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa asing yang banyak digunakan, terutama di kalangan pebisnis Tionghoa.
II.                 Masakan Khas Jakarta (Betawi)

A.    Pucung Gabus (Sayur Gabus)
Sayur Gabus Pucung adalah sayur ikan gabus yang berwarna hitam pekat dari pucung (kluwak). Pucung atau kluwak biasa dikenal sebagai bumbu rawon. Jika rawon menggunakan daging, sayur gabus pucung menggunakan ikan gabus.

Bahan utama pucung gabus adalah ikan gabus. Ikan gabus disajikan dalam potongan-potongan ikan pada umumnya, seperti kepala, badan, atau ekor. Ikan gabus yang sudah digoreng, lalu dicemplungkan ke dalam kuah hitam akibat dari pucung (Pangium edule reinw) ibu-ibu ahli dapur mengenal bumbu tersebut dengan nama kluwek. Gabus PucungSebagai tambahan, bumbu dalam kuah tersebut adalah kemiri, bawang merah, bawang putih, cabe merah, jahe, kunyit dan daun salam. Semua bumbu diulek lalu ditumis kemudian dimasukan ke dalam air. Ikan dimasak hingga lunak. Sekilas tampilan kuahnya mirip dengan rawon. (Sumber : Bekasi Heritage)

Sayur ikan gabus pucung sebagai masakan khas Betawi relatif sulit ditemukan. Sebagian wilayah Bekasi yang banyak mendapat pengaruh dari masyarakat Betawi (misalnya sebagian Kota Bekasi hingga Tambun dan Cibitung) mengenal masakan ini sebagai masakan untuk para boss. Selain karena rumah makan yang menyediakannya jarang, ikan gabus juga sulit diternak. Sebagian besar ikan gabus yang didapat merupakan tangkapan dari alam.

Yang lucu, ikan gabus ini memiliki beberapa nama sesuai dengan ukurannya. Ikan gabus yang masih kecil bernama Ciritan. Yang remaja dan sudah agak dewasa bernamaBoncelan. Yang besar dan sudah beranak pinak barulah diberi nama ikan Gabus. Ini mirip dengan penamaan buah nangka dimasyarakat Bekasi. Yang masih kecil diberi nama Gori. Yang agak besar diberi nama Cek-cek (atau cecek, bukan cicak lho…) dan yang besar baru diberi nama Nangka.


 









B.      Resep Sayur Pucung Gabus (Sayur Gabus)
Bahan:
  • 500 gr ikan gabus,
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • ½ sdt garam
  • 3 sdm minyak goreng
  • 2 btg daun bawang, iris 1 cm
  • 3 bh cabe rawit gombong, iris 1 cm
  • 2 lbr daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 cm jahe, memarkan
  • ½ sdt gula
  • ¼ sdt penyedap
Bumbu yang dihaluskan:
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • ½ sdt lada
  • 3 bh pucung/kluwek
Cara Membuat:
  • Bersihkan perut ikan gabus, sisik kulit sampai bersih, lalu potong dua bagian di tengah-tengah badan ikan.
  • Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis. Biarkan selama 15 menit, lalu cuci bersih.
  • Tumis bumbu-bumbu yang telah dihaluskan, masukan daun salam, lengkuas, dan jahe.
  • Masak hingga harum. Masukkan cabe rawit, aduk-aduk sebentar. Tambahkan air, masak hingga mendidih.
  • Masukan ikan, masak hingga kuah agak mengental.
Sajikan Gabus Pucung dengan taburan irisan daun bawang.





IV.               Kesimpulan dan Rekomendasi


A.      Kesimpulan

Setelah kita meriset dan merasakan sayur pucungm gabus kami dapat menyimpulkan bahwa makanan tradisiaonal yang satu ini sangatlah cocok untuk lidah orang Indonesia yang berdasarkan bumbu khas indonesia (rempah-rempah) dan bercampur lembutnya daging ikan gabus membukan masakan ini menjadi idola dikalangan masyarakat Betawi dan sekitar nya “apakah  anda tertarik untuk mencobanya?”
B.      Rekomendasikan
Setelah kami meriset dn merasakan seluruh masakan dan suasananya kami dapat merekomendasikan.
Ø  Masakan ini sangat khas dsn layak untuk dulindungi dan dilestarikan
Ø  Masakan ini cocok untuk makan siang, dan kurang cocok untuk sarapan pagi
Ø  Bagi anda yang belum mencoba kami sarankan untuk mencobanya.

Kamis, 10 November 2011

budaya eropa (sejarah budaya,ciri makanan khas France)


SEJARAH, PEMERINTAHAN & CIRI MAKANAN KHAS FRANCE (PERANCIS)

Perancis, secara resmi Republik Perancis (bahasa Perancis: République française… merupakan sebuah negara yang teritori metropolitannya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang terletak di benua lain.[1] Perancis Metropolitan memanjang dari Laut Mediterania hingga Selat Inggris dan Laut Utara, dan dari Rhine ke Samudera Atlantik. Orang Perancis sering menyebut Perancis Metropolitan sebagai "L'Hexagone" ("Heksagon") karena bentuk geometris teritorinya. Perancis adalah sebuah republik kesatuan semi-presidensia yang tidak punya presiden. Ideologi utamanya tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.
Perancis berbatasan dengan Belgia, Luksemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra, dan Spanyol. Karena memiliki departemen seberang laut, Perancis juga berbagi perbatasan tanah dengan Brasil dan Suriname (berbatasan dengan Guyana Perancis), dan Sint Maarten (berbatasan dengan Saint-Martin). Perancis juga terhubung dengan Britania Raya oleh Terowongan Channel, yang berada di bawah Selat Inggris.
Perancis telah menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia sejak pertengahan abad ke-17. Di abad ke-18 dan 19, Perancis membuat salah satu imperium kolonial terbesar saat itu, membentang sepanjang Afrika Barat dan Asia Tenggara, memengaruhi budaya dan politik daerah. Perancis adalah negara maju, dengan ekonomi terbesar keenam (PDB nominal) atau kedelapan (PPP) terbesar di dunia. Merupakan negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, menerima 82 juta turis asing per tahun (termasuk pelancong bisnis, tapi tak termasuk orang yang menetap kurang dari 24 jam di Perancis).[2] Perancis adalah salah satu negara pendiri Uni Eropa, dan memiliki wilayah terbesar dari semua anggota. Perancis juga negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan anggota Francophonie, G8, NATO, dan Uni Latin. Merupakan salah satu lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa; juga kekuatan nuklir yang besar dengan 360 hulu ledak aktif dan 59 pembangkit listrik tenaga nuklir.
Republik Perancis adalah sebuah republik semi-presidensial uniter dengan tradisi demokratis yang kuat. Konstitusi Republik Kelima disetujui melalui referendum tanggal 28 September 1958. Sehingga memperkuat kewenangan eksekutif dengan parlemen. Cabang eksekutif itu sendiri memiliki dua pemimpin: Presiden Republik, yang merupakan Kepala Negara dan dipilih langsung oleh hak pilih universal orang dewasa untuk jabatan selama 5 tahun (sebelumnya 7 tahun), dan Pemerintah, dipimpin oleh Perdana Menteri yang ditunjuk presiden.
Parlemen Perancis adalah sebuah badan legislatif bikameral yang terdiri dari Majelis Nasional (Assemblée Nationale) dan Senat. Deputi Majelis Nasional mewakili konstituensi lokal dan terpilih langsung selama 5 tahun. Majelis memiliki kekuasaan untuk membubarkan kabinet, dan mayoritas anggota Majelis menetapkan pilihan pemerintah. Senator dipilih oleh dewan pemilih untuk jabatan 6 tahun (sebenarnya 9 tahun), dan setengah kursi dimasukkan dalam pemilihan setiap 3 tahun yang dimulai pada September 2008.[11] Kekuasaan legislatif Senat terbatas; dalam penentangan antara kedua pihak, Majelis Nasional memiliki perkataan terakhir, kecuali untuk hukum konstitusional dan lois organiques (hukum yang disediakan langsung oleh konstitusi) dalam beberapa hal. Pemerintah memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan agenda Parlemen.
Politik Perancis ditandai oleh dua pengelompokkan yang saling menentang secara politik: pertama sayap kiri, dipusatkan di sekitar Partai Sosialis Perancis, dan lainnya sayap kanan, sebelumnya dipusatkan pada Rassemblement pour la République (RPR) dan sekarang Persatuan untuk Gerakan Rakyat (UMP). Cabang eksekutif kebanyakan terdiri dari anggota UMP.










Ciri Makanan Khas Perancis (France)

Seperti banyak daerah lain di Perancis, kawasan Provence dipengaruhi oleh keadaan geografi, iklim dan pengaruh tradisi masak daerah di sekelilingnya. Cuaca yang hangat dan letaknya di pesisir Laut Mediterania menghasilkan citarasa masakan yang unik dan berbeda dengan sebagian besar masakan Perancis lain. Contohnya, warga Provence lebih memilih menggunakan saus dari minyak zaitun daripada krim atau mentega. Selain itu, bahan-bahan sayuran, herba dan makanan laut lebih banyak digunakan, terutama ikan kod dan teri. Sejarahnya, kuliner Provence dipengaruhi oleh bangsa Yunani dan dibanding daerah lain di Perancis, pengaruh kuliner Italia paling besar memengaruhi masakan daerah ini. Bahan sayur dan kacang-kacangan yang umum digunakan antara lain tomat, bawang putih, herba, terong, artichoke, dan badam.
 Jenis masakan Provence sangat beragam, namun yang paling dikenal antara lain sup rebusan makanan laut dengan bahan ikan, kerang, tomat, bawang putih saffron, herba, anggur dan minyak zaitun yang dinamakan Bouillabaisse. Lalu ada pula bourride, yaitu masakan yang serupa dengan bouillabaisse kecuali tanpa diberi tomat dan juga dikentalkan dengan aïoli, mayones bawang putih. Masakan khas lainnya adalah pistou serupa dengan pesto, soupe au pistou, jenis Minestrone (sup sayuran dengan pasta atau nasi dari Italia) khas Provence. Masakan lainnya adalah tapenade, saus yang terbuat dari ikan teri, caper (herba), dengan minyak zaitun, buah zaitun, dan sari lemon. Di musim gugur dan musim dingin, macam-macam daub, atau rebusan yang dimasak dari daging dan hasil buruan.
Provence terkenal akan produk herba yang dinamakan Herbes de Provence. Kumpulan herba khas ini terdiri dari kombinasi thyme, sage, rosemary, basil, lavender, savory, adas, marjoram, tarragon, oregano, dan daun salam.





Masakan khas
Bouches du Rhône
Di département Bouches du Rhône terdapat beberapa kota dan daerah, antara lain Aix-en-Provence, kota pelabuhan Marseilles, Camargue, Arles, Commune Saint-Rémy-de-Provence dan les Alpilles, atau "Alpen Kecil". Karena di wilayah ini sungai-sungai bermuara ke laut, maka bahan masakannya sebagian besar adalah ikan. Jenis-jenis yang terkenal antara lain:
  • Bouillabaisse, rebusan sup ikan yang disantap bersama aioli (mayones bawang putih). Dalam bahasa setempat dinamakan "Lou bouiabaisso", yang bermakna "saat mendidih, kecilkan apinya".
  • Bourride, rebusan sup ikan kental.
  • Brandade de Morue, brandade (emulsi) ikan kod asin.
  • Encornets a la Provençale, masakan cumi-cumi ala Provence.
  • Moules à la Marseillaise, kerang yang dimasak dengan kuah dari anggur putih, mentega dan herba.
  •  Pieds et Paquets, kaki dan perut domba yang diisi.
  • Anchoïade, saus ikan teri.
  • Tapénade, saus yang terbuat dari minyak zaitun dan caper, jenis herba.
Kota Camargue, di delta sungai Rhône memiliki daerah pertanian dan sawah padi memiliki masakan-masakan antara lain:]
  • Boeuf à la Gardiane, rebusan daging sapi dengan anggur dan zaitun hitam.
  • Gardiane d'Agneau, rebusan daging domba.
  • Quinquebine Camarguese, ikan kod asin dan bawang perai.
  • Tellines à la Persillade, masakan kerang.
  • Callisons, kue dari badam, khas kota Aix-en-Provence.
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/14/Bourride_de_fruits_de_mer.JPG/120px-Bourride_de_fruits_de_mer.JPG
Bourride
  •  
  •  
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Ancho%C3%AFade_pr%C3%A9sentation.jpg/84px-Ancho%C3%AFade_pr%C3%A9sentation.jpg
Anchoïade dengan sayuran
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Brandade5.jpg/120px-Brandade5.jpg
Brandade de Morue

Vaucluse
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6a/Daube3.JPG/220px-Daube3.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png
Daube à la Provençal
Vaucluse adalah départemen yang memiliki ladang-ladang anggur, zaitun, lavender dan desa-desa bersejarah.] Warga Vaucluse dijuluki sebagai "orang-orang yang cakap membuat anggur dan memasak makanan".




Masakan khas 1 :
  • Caillettes, masakan daging kelenjar perut atau kerongkongan (sweetbread;ris de veau)
  • Blanquette d'Agneau, rebusan daging domba.
  • Poulet à la Barthelasse, masakan ayam gongseng.
  • Poulet à la Provençale, masakan ayam kuah.
  • Poulet aux Anchois, ayam panggang dengan ikan teri.
  • Daube à la Provençal, rebusan daging sapi.
  • Gigot a la Cavaillonnaise, kaki domba.
  • Daube de Sanglier à la Provençale, ragoût (rebusan) daging babi hutan, masakan khas di akhir musim gugur dan selama musim dingin.
  • Courgettes aux Gratin, gratin (masakan yang dibuat dari parutan sayuran atau buah-buahan. lalu dipanggang) zukini.
  • Cèpes a la Provençale, tumis jamur.
  • Roussin d'Épinarde, gratin bayam dan telur.
  • Tian à la Comtadine, gratin kentang.
  • Haricots Blancs à la Villagoise, kacang putih (haricot) dengan iga babi.
  • Tian de Carpentras, gratin bayam dan kod asin.











Var
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Tomate_Proven%C3%A7ale.JPG/220px-Tomate_Proven%C3%A7ale.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png
Tomates a la Provencale
Département Var terletak di antara kaki gunung dan Laut Mediterania, di antara Aix-en-Provence dan Nice-Cannes, dikenal akan kecantikan alamnya.
Kota terbesarnya adalah Toulon, yang dikenal akan hasil kerang. Di kawasan pesisir, makanan laut mendominasi meja makan warga, seperti:
  • Merlan à Toulonnaise , masakan ikan merlan (Merlangius merlangus).
  • Moules à la Toulonnaise, masakan kerang khas Toulon.
  • Lotte à la Provençale, masakan ikan monkfish (Lophius).
  • Morue en Rayte, kod asin dengan saus anggur merah.
  • Poulet farcie en Crapaudine, ayam panggang isi.
  • Rotî de Porc à la Toulonnaise, daging babi panggang.
  • Civet de Porcelet, rebusan daging babi.
  • Gratin d'Aubergines, gratin terong.
  • Crespeau aux Courgettes, omelet zukini.
  • Tomates a la Provencale, tomat isi.

Alpes Maritimes
Département Alpes-Maritimes, membentang dari sebelah barat Cannes sampai perbatasan Italia yang beribukotakan di Nice. Masakan daerah ini diistilahkan dengan Cuisine Niçoise dan memiliki tradisinya sendiri yang menerima pengaruh Provence dan Liguria (Italia).


Masakan-masakan khas 2 :
  • Ratatouille, semacam semur yang terdiri dari berbagai macam sayuran dan biasanya dimakan dengan nasi, kentang dan roti.
  • Salade Niçoise, salad khas kota Nice yang terdiri dari sajian sayur mayur dengan potongan ikan tuna and teri.
  • Pan Bagnat, roti lapis.
  • Stocaficada, rebusan ikan kod asin.
  • Thon a la Rémoulade, tuna panggang dengan saus rémoulade', saus dari minyak zaitun, bawang putih dan mayones.
  • Ragout d'Agneaû aux Artichauts, rebusan daging domba dengan artichoke.
  • Troucha, omelet Swiss Chard, jenis bit gula.
  • Pissaladière, kue mirip pizza yang diberi isi ikan teri dan bawang.
  • Potage Printanier, sup sayuran awal musim semi.
  • Tian de Courgettes, gratin zukini.
  • Bagna Cauda, sayuran segar dengan saus ikan teri pedas.