Minggu, 07 Oktober 2012

Artikel Sejarah Koperasi Indonesia (Softskill)


PENGERTIAN KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir, pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi dalam menjalankan usahanya sebagai badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.

Prinsip-prinsip koperasi :
1.     Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
2.     Pengelolaan yang demokratis
3.     Partisipasi anggota dalam ekonomi
4.     Kebebasan dan otonomi
5.     Pengembangan pendidikan, pelatihan dan informasi

JENIS JENIS KOPERASI
•        Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi
•        Koperasi penjualan/pemasaran
•        Koperasi produksi
•        Koperasi jasa

SEJARAH KOPERASI INDONESIA
Sejarah singkat dari koperasi ekonomi bermula pada abad ke-20, pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Koperasi dikenalkan di Indonesia oleh  seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan konggres koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Tanggal dilaksanakannya konggres ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.


SUMBER
- google.com
- http://koperasi-mandiri.blogspot.com/2007/09/pendahuluan-koperasi.htm

Minggu, 01 Juli 2012

Tugas Softskill membuat 2kalimat adjective

Membuat 2 contoh kalimat adjective :

1. Funny
    - I have a friend in my classroom i think he is funny.

2. Big
   - Look at there building! That really big building

Sabtu, 05 Mei 2012

Tugas SoftSkill - What will you do in five years later

        Hello, my name Rizky Mochlas Firmansyah. I am a college in Gunadarma University in Economy faculty, i take Management major. My plan in the next five years are :
Being an entrepeneur, or being a manager in a big company. To be able to achieve that, i have to study hard and read a lot of knowledge book. After that i have another choice for my plan. I want to open my own bussiness, example: warnet or music studio. All of the choice that i have planned will be come true if i study hard, and serious to fullfill it.

Tugas if clause

Tugas If Clause (SoftSkill)

1. If i met my idol, i will eat together at restaurant

2. If i were a president, i would create a big goverence

3. If i had seen a ghost, i would have prayed with running

Minggu, 25 Maret 2012

Tulisa Dialog two persons

Dialogue two persons.

Sony  : "Hello wima, how do you do ?"
Wima : "Hello sony, i'am fine, and you?"
Sony  : "Fine to wim !
Wima : "Where do you live son?"
Sony  : "I live at Pondok Indah wim, how about you?"
Wima : "I live at Bekasi sony."
Sony  : "Oke thanks wim, see you on next performed with JROCKS"
Wima : "Oke sony."

tugas softskill bahasa inggris

Direct Speech

1. Peter said, " i go to market every day."
2. He said," i have gone to garden every morning."

Indirect Speech.

1. Peter said that, he went to market every day.
2. He said that, he was going to garden every morning.

Kamis, 15 Maret 2012

Story My Activity

Story My Activity
“Festival Music”

Hy, my name Rizky Mochlas Firmansyah. I am currently nineteen (19) years old. I really like music. I began to explore the world of music when i was in 6th grade of elementary school. At the time i was inspired by the new comer band, J-Rocks. I was very lucky to get good friends who also played music at junior high school. So we formed a band called MEDIUM. I was very happy because my band was selected to represent my school in music festival at one of the famous school.
That music festival was going in 7 days, me and my band was very diligent. After school, i was always training. Without we realized, time of the event was 1 days before the event started, i have prepared two songs to sing, Lepaskan Diriku by JROCKS and Indonesia Pusaka. My position in the band are guitarist and backing vocal.

I was very happy at the moment that i able to procced to the final the band’s music festival. But, after performed i didn’t feel well so my friends was training without me. And when there was came the final 1day i was still sick, but when i performed i was feeling so well. And when the judge announce the winner, my band got the first winner. And we went home brought the thropy. We all wew feeling so happy.

Active and passive

Change these active sentence into passive !

1.    Somebody will call Mr. Watson to night
-    Mr.Watson will be called somebody to night

Change these passive sentence into active !
2.    My watch was stolen by someone
-    Someone stole my watch

Senin, 02 Januari 2012

Tugas IBD ke IV (menjadi guru)

Tugas IV (menjadi guru)
BAB I
Kondisi Daerah
Perkenalkan nama saya Rizky Mochlas Firmansyah. Saya lulusan fakultas Sastra jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Gunadarma yang terletak didaerah Bekasi Selatan. Saya ditugaskan oleh dosen saya untuk menjadi guru yang akan dikirim ke suatu pelosok di Desa Lakuan Buol, Suku Buol di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kabupaten Buol
adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Buol. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.507 km² dan berpenduduk sebanyak 117.028 jiwa (2008).

Kependudukan
Jumlah penduduk Pada Tahun 2008 mencapai 117.028 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 25.011, kepadatan rata-rata 3,73 jiwa per km2 dan laju pertumbuhan 2,35%. Penduduk menurut jenis kelamin adalah laki-laki 56.780 jiwa sedangkan perempuan 52.673 jiwa.

Sosial dan budaya
Jumlah penduduk miskin sebanyak 33,72% atau sebanyak 36.909 jiwa (8.115 rumah tangga) dari total 25.011 Kepala Keluarga.

Sarana dan prasarana

Transportasi Darat
Prasarana jalan di Kabupaten Buol sampai dengan tahun 2004 baru mencapai 492.745 km dengan rincian sebagai berikut:
  1. Jalan negara sepanjang 188.295 km; kondisi baik 99.65 km; kondisi rusak berat 88.654 km.
  2. Jalan provinsi sepanjang 47.455 km; kondisi baik 14.15 km; kondisi rusak berat 32.74 km.
  3. Jalan kabupaten sepanjang 256.995 km; kondisi baik 131.845 km; kondisi rusak berat 125.15 km.
Transportasi Udara

Transportasi udara di Kabupaten Buol baru dapat disinggahi oleh pesawat dengan kapasitas penumpang 12 orang dengan penerbangan seminggu sekali. Transportasi udara terdekat ada dua pilihan, yaitu 190 km ke arah timur terdapat Bandara Jalaluddin Gorontalo dengan penerbangan 3 kali sehari ke Jakarta dan 370 km ke arah barat terdapat Bandara Mutiara Palu. Umumnya masyarakat Buol memilih ke Jalaluddin yang lebih dekat dengan kondisi jalan yang sangat bagus.

Transportasi Laut

Kapasitas daya tampung pelabuhan di Kabupaten Buol khususnya pelabuhan Lokodidi belum dapat disinggahi oleh kapal-kapal Pelni.Pelabuhan yang disinggahi kapal Pelni terdekat adalah Tolitoli 50 km di sebelah barat Buol. Sedangkan pelabuhan samudera untuk keperluan ekspor terletak 120 km ke arah timur, yakni Pelabuhan Anggrek Provinsi Gorontalo.



Potensi daerah

Darat
Lahan pertanian
  1. Sawah 9.432,9 Ha
  2. Perkebunan 49.093,33 Ha
  3. Ladang tadah hujan 23.691,1 Ha
  4. Hutan rakyat 72.886,9
  5. Ladang untuk bangunan lain 213,9 Ha
  1. Luas areal perkebunan kelapa 12.480 Ha
  2. Luas areal perkebunan cengkeh 1.918 Ha
  3. Luas areal perkebunan kopi 619 Ha
  4. Luas areal tanaman kapuk, lada dan pala 38 Ha
  5. Luas areal perkebunan kakao 8.154 Ha
  6. Luas areal perkebunan jambu mente 1.347 Ha
  7. Luas areal perkebunan kelapa sawit 26.500 Ha
Kawasan hutan
  1. Hutan suaka alam dan kawasan pelestarian alam 9.802 Ha
  2. Hutan lindung 63.602 ha
  3. Hutan produksi terbatas 100.341 ha
  4. Hutan produksi tetap 60.413 ha
  5. Hutan yang dapat di konversi 24.070 ha
  6. Areal Penggunaan Lain (APL) 158.614 ha
Potensi lahan untuk budidaya perikanan darat Kabupaten Buol menunjukkan belum dimanfaatkannya sumber daya yang tersedia secara optimal. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan kepemilikan sarana produksi terbatas. Sedangkan rendahnya produktifitas berkaitan dengan keterampilan yang dimiliki petani tambak/kolam dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Potensi kolam 2.270,3 Ha. Yang terolah 17,3 Ha dengan hasil produksi 15,98 ton per tahun.
  2. Potensi tambak 3.136,0 Ha. Yang terolah 97,0 Ha dengan hasil produksi 32,82 ton per tahun.




 BAB II
Rencana Kerja
Perjalanan saya menuju Desa Lakuan Buol bisa diperkirakan menempuh waktu selama 3 jam dengan berjalan kaki. Setelah sampai didesa tersebut saya disambut dengan baik oleh masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol. Tidak memerlukan waktu lama untuk mendirikan tenda yang akan menjadi tempat saya mengajar anak-anak atau orang tua. Saya akan mengajarkan anak-anak atau orang tua tentang pelajaran Bahasa Indonesia, karena sebagai warga Negara Indonesia kita harus bisa berbicara dan membaca Bahasa Indonesia dengan baik.
Cara saya untuk mengajarkan mereka dengan memberikan kamus-kamus bahasa Indonesia dan buku-buku bacaan. Ternyata banyak orang tua yang tidak bisa membaca. Lalu saya mengajarkannya dengan mendikte. Setelah beberapa bulan masyarakat yang sudah saya ajarkan mengenai berbicara dan membaca dengan baik, akhirnya masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol semakin banyak yang bisa berbicara dan membaca Bahasa Indonesia dengan baik.


BAB III
Harapan Saya
Untuk semua masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol yang telah saya ajarkan mengenai berbicara dan membaca dengan baik, mudah-mudahan bisa memahami dan digunakan untuk sehari-hari dan selalu membaca buku-buku yang telah saya berikan. Untuk masyarakat sekitar mudah-mudahan bisa menerapkan bahasa yang baik dan benar, agar mereka yang memiliki anak bisa mengajarkan kepada anak-anaknya.
Dan harapan saya, semakin banyak masyarakat yang bisa berbicara dan membaca dengan baik dan benar. Supaya masyarakat tidak buta dengan ilmu pengetahuan dengan metode membaca buku yang memiliki nilai positif.