Senin, 02 Januari 2012

Tugas IBD ke IV (menjadi guru)

Tugas IV (menjadi guru)
BAB I
Kondisi Daerah
Perkenalkan nama saya Rizky Mochlas Firmansyah. Saya lulusan fakultas Sastra jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Gunadarma yang terletak didaerah Bekasi Selatan. Saya ditugaskan oleh dosen saya untuk menjadi guru yang akan dikirim ke suatu pelosok di Desa Lakuan Buol, Suku Buol di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kabupaten Buol
adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Buol. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.507 km² dan berpenduduk sebanyak 117.028 jiwa (2008).

Kependudukan
Jumlah penduduk Pada Tahun 2008 mencapai 117.028 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 25.011, kepadatan rata-rata 3,73 jiwa per km2 dan laju pertumbuhan 2,35%. Penduduk menurut jenis kelamin adalah laki-laki 56.780 jiwa sedangkan perempuan 52.673 jiwa.

Sosial dan budaya
Jumlah penduduk miskin sebanyak 33,72% atau sebanyak 36.909 jiwa (8.115 rumah tangga) dari total 25.011 Kepala Keluarga.

Sarana dan prasarana

Transportasi Darat
Prasarana jalan di Kabupaten Buol sampai dengan tahun 2004 baru mencapai 492.745 km dengan rincian sebagai berikut:
  1. Jalan negara sepanjang 188.295 km; kondisi baik 99.65 km; kondisi rusak berat 88.654 km.
  2. Jalan provinsi sepanjang 47.455 km; kondisi baik 14.15 km; kondisi rusak berat 32.74 km.
  3. Jalan kabupaten sepanjang 256.995 km; kondisi baik 131.845 km; kondisi rusak berat 125.15 km.
Transportasi Udara

Transportasi udara di Kabupaten Buol baru dapat disinggahi oleh pesawat dengan kapasitas penumpang 12 orang dengan penerbangan seminggu sekali. Transportasi udara terdekat ada dua pilihan, yaitu 190 km ke arah timur terdapat Bandara Jalaluddin Gorontalo dengan penerbangan 3 kali sehari ke Jakarta dan 370 km ke arah barat terdapat Bandara Mutiara Palu. Umumnya masyarakat Buol memilih ke Jalaluddin yang lebih dekat dengan kondisi jalan yang sangat bagus.

Transportasi Laut

Kapasitas daya tampung pelabuhan di Kabupaten Buol khususnya pelabuhan Lokodidi belum dapat disinggahi oleh kapal-kapal Pelni.Pelabuhan yang disinggahi kapal Pelni terdekat adalah Tolitoli 50 km di sebelah barat Buol. Sedangkan pelabuhan samudera untuk keperluan ekspor terletak 120 km ke arah timur, yakni Pelabuhan Anggrek Provinsi Gorontalo.



Potensi daerah

Darat
Lahan pertanian
  1. Sawah 9.432,9 Ha
  2. Perkebunan 49.093,33 Ha
  3. Ladang tadah hujan 23.691,1 Ha
  4. Hutan rakyat 72.886,9
  5. Ladang untuk bangunan lain 213,9 Ha
  1. Luas areal perkebunan kelapa 12.480 Ha
  2. Luas areal perkebunan cengkeh 1.918 Ha
  3. Luas areal perkebunan kopi 619 Ha
  4. Luas areal tanaman kapuk, lada dan pala 38 Ha
  5. Luas areal perkebunan kakao 8.154 Ha
  6. Luas areal perkebunan jambu mente 1.347 Ha
  7. Luas areal perkebunan kelapa sawit 26.500 Ha
Kawasan hutan
  1. Hutan suaka alam dan kawasan pelestarian alam 9.802 Ha
  2. Hutan lindung 63.602 ha
  3. Hutan produksi terbatas 100.341 ha
  4. Hutan produksi tetap 60.413 ha
  5. Hutan yang dapat di konversi 24.070 ha
  6. Areal Penggunaan Lain (APL) 158.614 ha
Potensi lahan untuk budidaya perikanan darat Kabupaten Buol menunjukkan belum dimanfaatkannya sumber daya yang tersedia secara optimal. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan kepemilikan sarana produksi terbatas. Sedangkan rendahnya produktifitas berkaitan dengan keterampilan yang dimiliki petani tambak/kolam dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Potensi kolam 2.270,3 Ha. Yang terolah 17,3 Ha dengan hasil produksi 15,98 ton per tahun.
  2. Potensi tambak 3.136,0 Ha. Yang terolah 97,0 Ha dengan hasil produksi 32,82 ton per tahun.




 BAB II
Rencana Kerja
Perjalanan saya menuju Desa Lakuan Buol bisa diperkirakan menempuh waktu selama 3 jam dengan berjalan kaki. Setelah sampai didesa tersebut saya disambut dengan baik oleh masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol. Tidak memerlukan waktu lama untuk mendirikan tenda yang akan menjadi tempat saya mengajar anak-anak atau orang tua. Saya akan mengajarkan anak-anak atau orang tua tentang pelajaran Bahasa Indonesia, karena sebagai warga Negara Indonesia kita harus bisa berbicara dan membaca Bahasa Indonesia dengan baik.
Cara saya untuk mengajarkan mereka dengan memberikan kamus-kamus bahasa Indonesia dan buku-buku bacaan. Ternyata banyak orang tua yang tidak bisa membaca. Lalu saya mengajarkannya dengan mendikte. Setelah beberapa bulan masyarakat yang sudah saya ajarkan mengenai berbicara dan membaca dengan baik, akhirnya masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol semakin banyak yang bisa berbicara dan membaca Bahasa Indonesia dengan baik.


BAB III
Harapan Saya
Untuk semua masyarakat Suku Buol, Desa Lakuan Buol yang telah saya ajarkan mengenai berbicara dan membaca dengan baik, mudah-mudahan bisa memahami dan digunakan untuk sehari-hari dan selalu membaca buku-buku yang telah saya berikan. Untuk masyarakat sekitar mudah-mudahan bisa menerapkan bahasa yang baik dan benar, agar mereka yang memiliki anak bisa mengajarkan kepada anak-anaknya.
Dan harapan saya, semakin banyak masyarakat yang bisa berbicara dan membaca dengan baik dan benar. Supaya masyarakat tidak buta dengan ilmu pengetahuan dengan metode membaca buku yang memiliki nilai positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar